
Nama “es pisang ijo” berasal dari tampilan khasnya — pisang raja atau pisang kepok yang dibalut dengan adonan hijau dari tepung beras dan daun pandan, lalu disajikan bersama sirup merah, bubur sumsum, dan es serut.
Menurut berbagai sumber sejarah kuliner, es pisang ijo diciptakan di Makassar pada pertengahan abad ke-20, dan hingga kini masih menjadi simbol kuliner khas daerah tersebut. Warna hijau yang dominan bukan hanya menarik secara visual, tapi juga memiliki makna simbolis dalam budaya Bugis-Makassar:
Hijau melambangkan kesuburan, kesejukan, dan kehidupan — nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam tradisi lokal.
Keunikan es pisang ijo terletak pada perpaduan rasa dan tekstur yang kaya: lembutnya pisang kukus, gurihnya adonan pandan, manisnya sirup merah khas Makassar (sering disebut sirup DHT), dan segarnya es serut.
Setiap elemen dalam es pisang ijo mencerminkan prinsip dasar masakan tradisional Bugis-Makassar:
Bagi masyarakat Makassar, es pisang ijo tidak hanya disajikan sebagai kudapan biasa. Hidangan ini memiliki tempat khusus dalam berbagai momen kebersamaan dan perayaan, seperti:
Di Makassar sendiri, es pisang ijo bahkan dianggap sebagai simbol keramahan — sajian yang mempererat hubungan antara tuan rumah dan tamu.
Kini, es pisang ijo tidak hanya bisa ditemukan di Makassar, tetapi telah menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan hingga luar negeri melalui diaspora Bugis-Makassar.
Banyak pelaku usaha kuliner, seperti Pisang Ijo Evi, yang berinovasi dengan kemasan modern dan rasa premium tanpa meninggalkan cita rasa aslinya.
Beberapa variasi modern meliputi:
Inovasi ini memperlihatkan bahwa warisan kuliner tradisional bisa berkembang tanpa kehilangan nilai budayanya.
Es pisang ijo mengajarkan nilai-nilai penting dari budaya Makassar:
Bagi orang Makassar, menikmati es pisang ijo bukan sekadar mencicipi makanan penutup, tetapi juga menyentuh akar budaya dan kenangan masa kecil.
Es pisang ijo berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, dan merupakan representasi sempurna dari kekayaan kuliner Nusantara. Ia bukan hanya dessert yang lezat dan segar, tetapi juga warisan budaya yang mencerminkan kehangatan, kebersamaan, dan rasa syukur masyarakat Bugis-Makassar.
Hingga kini, es pisang ijo tetap menjadi ikon kuliner khas Makassar yang patut dijaga dan dibanggakan — baik di meja makan keluarga maupun di panggung dunia.
es pisang ijo berasal dari makassar, asal usul es pisang ijo, dessert khas makassar, kuliner tradisional sulawesi selatan, pisang ijo evi
Silakan berbagi pendapat Anda tentang artikel ini. Login dengan Facebook untuk berkomentar.